Wow! Ternyata Kapal USS Carl Vinson yang Labrak Kapal China di Natuna

Antisipasi Kapal China Keluar Masuk di Natuna, TNI AL Siagakan KRI. (Antara).

IDTODAY NEWS – Sekretaris Utama Bakamla Laksamana Muda S. Irawan pada 13 September 2021 lalu mengatakan, kapal-kapal Indonesia keterbatasan bahan bakar untuk melaut untuk melakukan patroli di Laut Natuna Utara.

Hal itu disampaikannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi 1 DPR RI. Pasalnya, sebelumnya hadir Kapal perang China Type 052D Luyang III class Destroyer berada di Natuna.

“Ini mohon sebagai gambaran ataupun sebagai nantinya mohon bantuan dari yang terhormat komisi I ini dan sampai saat ini pun bahan bakar kita tidak ada. Kapal kita siap untuk berlayar dan patroli tapi bahan bakar tidak ada, jadi kita mengandalkan TNI Angkatan Laut yang juga terbatas dengan bahan bakar,” ujar Irawan.

Bahkan Irawan menyebut saat itu ada kapal induk US Navy yang berjarak 50 nautical mile dari pulau Natuna.

“Dan ini ada berita terbaru bahwa, kurang lebih jarak 50 nautical mil dari Natuna, itu sudah ada kapal Induk Amerika di sana dan mendekati kapal survei China,” kata Irawan.

Baca Juga  Prabowo Diam Kapal China Masuk Indonesia, Dedi Kurnia: Singa Yang Sering Dianalogikan Makin Tak Terbukti

Setelah ditelusuri ternyata kapal induk US Navy itu merupakan CVN-70 yakni USS Carl Vinson.

Dikutip dari rfa.org, dalam rilisannya Komandan Carrier Strike Group Carl Vinson, Laksamana Muda Dan Martin menjelaskan jika memang armadanya berada di 50 nautical mile di ZEE Indonesia di Natuna pada pekan ini.

Di sana ia ditugasi dari komando atas US Navy agar memastikan terjaminnya kebebasan semua negara untuk bernavigasi di perairan internasional.

USS Carl Vinson saat itu memepet kapal survei China Haiyang Dizhi 10 yang dikawal destroyer Luyang III class yang mondar-mandir di Natuna Utara.

“Operasi kami di kawasan ini benar-benar merupakan ekspresi dari kesediaan kami untuk membela kepentingan kami dan kebebasan yang diabadikan dalam internasional. hukum,” kata Dan Martin.

Baca Juga  Ternyata Pasukan Setan TNI Itu Ada dan Nyata, Ini Wujud Mereka

USS Carl Vinson tak sendirian, ia dikawal tiga kapal perang lainnya saat melakukan operasi melabrak kapal-kapal China itu.

China sendiri sebelumnya pernah menegaskan bila semua kapal niaga maupun kapal perang yang berlayar di Laut China Selatan harus melapor ke Beijing yang mengklaim wilayah itu.

Jelas itu adalah tindakan sepihak dan sewenang-wenang China dan US Navy harus ambil tindakan.

“Setiap undang-undang atau peraturan negara pantai tidak boleh melanggar hak navigasi dan penerbangan yang dinikmati oleh semua negara di bawah hukum internasional.

Klaim maritim yang melanggar hukum dan luas termasuk di Laut China Selatan menimbulkan ancaman signifikan terhadap kebebasan laut, termasuk kebebasan navigasi, penerbangan, dan perdagangan yang sah.

Kami tidak akan terpaksa atau dipaksa untuk menyerahkan norma-norma internasional,” kata Dan Martin dimana armadanya sudah siap tempur lawan China.

Baca Juga  Bakamla Disebut Bohong soal Kapal Asing di Natuna, Pengamat Intelijen: Buktinya kan Gak Ada

Sementara itu dikutip dari Global Times, pengerahan USS Carl Vinson di Asia merupakan langkah provokatif.

“China sepenuhnya mampu dan percaya diri dalam menghadapi provokasi semacam itu,” ujar Global Times.

rfa.org melaporkan jika kapal survei Haiyang Dizhi beroperasi di ZEE Indonesia di Natuna Utara.

Namun Juru Bicara Bakamla Wisnu Pramandita pada 31 Agustus 2021 lalu menjelaskan tidak ada pelanggaran yang dilakukan Haiyang Dizhi.

“Saya tidak tahu persis berapa lama. Tapi itu AIS (automatic identification system)-nya aktif dan bisa dipantau. Tidak ada laporan gangguan dari rig. Itu mungkin jalur normal,” kata Wisnu seperti dikutip dari rfa.org.

Yang pasti Natuna Utara saat ini sedang jadi ajang pertunjukan kekuatan-kekuatan tempur World Class Navy dari China dan AS.

Sumber: lawjustice

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan