Aksi Mogok Nasional Buruh Tetap Berlanjut

Demo para buruh yang menolak pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja di DPR beberapa waktu lalu. (Foto: JPNN)

IDTODAY NEWS – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Rabu (7/10) ini tetap melanjutkan aksi Mogok Nasional setelah disahkannya Omnibus Law RUU Cipta Kerja (Ciptaker).

Sehari sebelumnya, aksi Mogok Nasional pun telah dilakukan buruh dari berbagai elemen.

“Setelah kemarin ratusan ribu, bahkan hampir satu juta buruh keluar dari pabrik-pabrik untuk mengikuti Mogok Nasional, hari ini kami akan melanjutkan pemogokan tersebut,” kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam keterangan resmi yang dikirimkan tim media KSPI kepada jpnn.com, Rabu ini.

Said Iqbal membantah pendapat beberapa pihak yang menyatakan Mogok Nasional merupakan tindakan ilegal.

Menurut dia, aksi tersebut sebagai bentuk protes kaum buruh atas disahkannya RUU Ciptaker.

Hal itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan Pasal 4 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000.

“Selain itu, dasar hukum mogok nasional yang akan kami lakukan adalah UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No 12 tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik,” ujar Said Iqbal.

Baca Juga  Pasal 6 UU Cipta Kerja Bermasalah, Pasal 5 Tanpa Ayat

Aksi Mogok Nasional ini dilaksanakan dengan tertib, damai, dan tidak anarkistis.

Aksi ini, ujar dia, semata-mata agar pemerintah dan DPR membuka mata atas aspirasi rakyat terhadap RUU Ciptaker.

Menurut dia, masih banyak rakyat yang meminta pemerintah dan DPR membatalkan RUU Ciptaker yang sudah disahkan.

Sebab, aturan sapu jagat itu memuat persoalan mendasar seperti pengurangan pesangon, karyawan kontrak dan outsourcing seumur hidup, Upah Minimum Sektoral Kabupaten atau Kota (UMSK) dihilangkan, ada syarat khusus untuk penetapan Upah Minimum Kabupaten atau Kota (UMK), hingga potensi hilangnya jaminan kesehatan.

Baca Juga  Jokowi: Meskipun Listrik Di KPK Padam Tapi Pemberantasan Korupsi Tidak Boleh Padam!

“KSPI juga mengimbau agar buruh yang melakukan aksi tetap mengutamakan kesehatan agar tidak terpapar Covid-19. Tetap menggunakan masker di lokasi aksi dan menjaga jarak di antara massa aksi,” pesan Said Iqbal.

Sumber: jpnn.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan