Chit-chat Jokowi-Fahri yang Kian Hangat
Foto: Presiden Jokowi dan Fahri Hamzah (Screenshot YouTube Setpres)

Chit-chat Jokowi-Fahri yang Kian Hangat

IDTODAY NEWS – Interaksi antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Waketum Partai Gelora, Fahri Hamzah, di Istana kemarin perhatian. Bintang jasa, obrolan, hingga tawa mewarnai kehangatan momen tersebut.

Fahri Hamzah merupakan salah satu penerima Bintang Mahaputera Nararya yang diserahkan langsung oleh Jokowi. Seperti diketahui, Fahri merupakan Wakil Ketua DPR 2014-2019.

Usai pembacaan penganugerahan, Jokowi dan Ma’ruf Amin menghampiri tokoh-tokoh tersebut untuk memberi selamat. Satu per satu tokoh dihampiri Jokowi dengan durasi interaksi sekitar 3 detik. Namun durasi interaksi Jokowi dengan Fahri lebih lama.

Baca Juga  Merah Johansyah: 1 Ruas Jalan Nama Jokowi di Emirat Arab Ditukar dengan 256 Ha di Kaltim

Saat memberi selamat ke Fahri, Jokowi tampak berbincang cukup lama dan suasana terlihat cair. Fahri dan Jokowi beberapa kali tertawa dan tersenyum ketika berbincang.

Tak sampai di situ, ada keistimewaan lain untuk Fahri yang dulu dikenal kerap melempar kritik ke Jokowi. Saat Jokowi memberikan keterangan pers, Fahri berdiri di sampingnya. Sementara itu, Fadli Zon berdiri agak di belakang.

Baca Juga  Rebutan Vaksin Covid-19 dengan 115 Negara, Jokowi Kontak Langsung Produsen

Jokowi awalnya bicara soal pemberian bintang tanda jasa kepada sejumlah tokoh. Secara khusus, dia menjelaskan soal penganugerahan kepada Fadli dan Fahri. Dia menyebut mereka berdua sebagai teman.

“Bahwa misalnya ada pertanyaan mengenai Pak Fahri Hamzah, kemudian Pak Fadli Zon ya… berlawanan dalam politik, kemudian berbeda dalam politik itu bukan berarti kita ini bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara, ya inilah yang namanya negara demokrasi. Jadi saya berkawan baik dengan Pak Fahri Hamzah, berteman baik dengan Pak Fadli Zon, jadi ya inilah Indonesia,” ujar Jokowi.

Baca Juga  Hanya Rakyat Yang Memilihnya Yang Berhak Berhentikan Gubernur

Setelahnya, Fahri dipersilakan Jokowi berbicara. Fadli menyusul kemudian.

“Ya saya sering bilang bahwa presiden dalam sistem kita adalah kepala pemerintah, tapi juga kepala negara,” ucap Fahri.

“Pada momen-momen 17-an seperti ini, presiden sebagai kepala negara tentu lebih menonjol menjaga persatuan kita, menjaga simbol-simbol negara kita, itu yang tadi beliau sampaikan sebagai negara demokrasi kita harus bisa memelihara persatuan dan kebersamaan apalagi situasi sekarang kan lagi COVID dan sebagainya jadi saya kira itulah momennya sekarang bagi kita semua untuk mempersatukan bangsa kita,” sambungnya.

Baca Juga  Gde Siriana: Maksud Jokowi Menenangkan, Tapi Dia Membohongi Rakyat

Sumber: detik.com

Tinggalkan Balasan