IDTODAY NEWS – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menggelar deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Solo, Kamis (20/8). Dalam pidatonya, Gatot bercerita, ia pernah berdiskusi bersama sejumlah mahasiswa dari UI pada 2014 lalu, saat ia masih menjabat sebagai Pangkostrad.

“Saya mengatakan, kalau saudara-saudara menjadi presiden, bukan di negara Indonesia, kemudian dikasih tahu sama ahli-ahlinya, bahwa negara kita ini akan hancur, akan kelaparan, akan ada krisis makanan, krisis energi, krisis air, lalu apa yang saudara lakukan?” kata Gatot di acara deklarasi KAMI di Gedung Umat Islam Surakarta, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (20/8).

Baca Juga  Deklarasi KAMI Karawang Terganjal Izin, Syahganda: Pidato Gatot Sudah Dinanti Di Rengasdengklok

“Dan melihat Indonesia begitu luar biasa. Energinya banyak, makanannya melimpah, lautnya luas, airnya banyak. Apa yang saudara lakukan?” lanjutnya.

Saat diberi pertanyaan tersebut, kata Gatot, para mahasiswa tersebut menjawab akan membeli Undang-Undang di Indonesia. Undang-Undang tersebut akan dibuat sedemikian rupa agar bisa menguntungkan Indonesia.

“Mahasiswa mengatakan, ‘Saya akan membeli UU’. Lho kenapa UU? ‘Supaya UU berpihak kepada negara saya, UU Indonesia’. Gimana caranya? ‘Alah, Pak Panglima enggak usah pura-pura’, waktu itu saya masih jadi Pangkostrad, ‘Kan negara bisa dibeli, UU bisa dibeli’,” ucap Gatot.

Baca Juga  5 Sikap BEM UI soal Pembubaran FPI

Setelah itu, para mahasiswa tersebut menjawab akan menjadikan Indonesia sebagai negara pasar. Hal itu, menurut Gatot, sudah terjadi saat ini.

“Jadi kan Indonesia sebagai negara pasar. Kalau enggak percaya, enggak jauh-jauh, ini sampeyan-sampeyan ini, lihat di dalam tubuh ini entah jamnya, kopiahnya, jaketnya, hijabnya, sendal, pasti ada buatan luar negeri. Jadikan negara pasar,” tegasnya.

Selain itu, para mahasiswa juga menjawab akan mencari orang-orang berpengaruh dan pintar untuk dijadikan pejabat. Sehingga, para pejabat tersebut bisa dijadikan boneka negara.

“Kemudian yang kuat di Indonesia itu adalah ABRI atau TNI dan Islam. Maka kita harus pecahkan itu. Kemudian pemudanya dicekoki narkoba, dicekoki musik-musik sehingga mereka tidak belajar, tapi kena narkoba. Pendidikan dihancurkan. Inilah yang sebagian mereka sampaikan, tidak saya sampaikan semuanya,” ungkap Gatot.

Menurut Gatot, Indonesia adalah negara yang besar dan kaya, namun rakyatnya miskin. Bahkan, meski memiliki banyak batu bara hingga nikel, namun hasil tambang itu sebagian besar diekspor dan hanya menyumbang maksimal 1,5 persen penghasilan negara.

“Nah dalam kondisi seperti ini, maka kesatuan aksi, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia memberikan saran-saran, ini lho yang kami tuntut seperti ini,” pungkasnya.

Sumber: kumparan.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan