Hari Gini Masih Muncul Survei Capres Begini, Jimly: Ini Baik Jadi Bahan Pelajaran Ilmu Sosial Kritis

  • Bagikan
Hari Gini Masih Muncul Survei Capres Begini, Jimly: Ini Baik Jadi Bahan Pelajaran Ilmu Sosial Kritis
Prof Jimly Asshiddiqie (pojoksatu.id)

IDTODAY NEWS – Anggota Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Provinsi DKI Jakarta, Prof Jimly Asshiddiqie mengomentari survei calon presiden (capres) yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Dalam survei terbaru LSI, Joko Widodo (Jokowi) masih menduduki peringkat teratas sebagai calon presiden (Capres) bila pemilihan umum atau Pemilu dilakukan saat survei dilakukan.

Masuknya nama Jokowi dalam survei tersebut menuai pro kontra dari masyarakat. Pasalnya, Jokowi sudah tidak memiliki peluang untuk maju sebagai calon presiden lagi.

Baca Juga  Ada Omnibus Law, Pemerintah Tagih Jepang Pindahkan Pabrik ke RI

Jimly turut mengomentari survei LSI. Ia membagikan tautan berita JPNN berjudul “Nama Jokowi Ternyata Masih Teratas sebagai Capres, Berikutnya Prabowo dan Anies”.

“Ini baik utk jadi bahan pelajaran ilmu sosial kritis. Sudah hari gini di abad post modern, masih muncul juga di kalangan para peneliti muda ide utk melakukan survei yg dilansir begini,” kata Jimly, dikutip Pojoksatu.id dari akun Twitter pribadinya, @JimlyAs, Selasa (23/2).

Baca Juga  Bagi-bagi Nasi Kotak di Jalan, Netizen Minta Jokowi Senasib Habib Rizieq

Dalam berita itu disebutkan, hasil penelitian Lembaga Survei Indonesia (LSI) dirilis di Jakarta pada Senin (22/2).

Dalam survei LSI itu, elektabilitas Jokowi masih tertinggi, disusul Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo.

Direktur LSI Djayadi Hanan dalam rilis survei soal evaluasi publik terhadap kondisi nasional dan peta awal Pemilu 2024, mengatakan tiga nama tersebut menjadi teratas saat memberikan daftar nama kepada responden tanpa memasukkan nama Jokowi.

Baca Juga  Bagi Jimly Asshiddiqie, Megawati Nyapres Ide Kreatif Yang Bisa Jadi Bahan Renungan

Baca Juga: Gus Nur Minta Hakim Hadirkan Menag Gus Yaqut dan Said Aqil di Persidangan, Tak Boleh Dibedakan

Namun, kata Djayadi, ketika ditanyakan siapa capres yang dipilih tanpa menyuguhkan daftar nama, responden secara spontan paling banyak menyebut Jokowi.

“Jika pemilihan dilakukan saat ini, secara spontan Joko Widodo paling banyak disebut, 18 persen. Kemudian Prabowo Subianto 12 persen, Anies Baswedan 5,7 persen, Ganjar Pranowo 3,5 persen,” ungkap Djayadi.

Baca Juga  Sepakat dengan Jimly Asshiddiqie, Fadli Zon Anggap Demokrasi Semakin Mundur

Nama berikutnya adalah Sandiaga Uno dipilih oleh 2,6 persen responden, Basuki T Purnama alias Ahok 2,5 persen, Tri Rismaharini 2,3 persen, AHY 1,4 persen, dan Ridwan Kamil 1,1 persen.

Sementara nama lain kurang dari 1 persen, dan yang masih belum mau menjawab 45,3 persen.

“Sementara pada simulasi semi terbuka dengan menunjukkan daftar 29 nama tanpa nama Joko Widodo, dan responden boleh menyebutkan nama lain, Prabowo Subianto paling unggul 22,6 persen,” jelas Djayadi.

Baca Juga  Angkat Bicara Soal Putusan DKPP Memecat Arief Budiman, Ini Penjelasan KPU

Berikutnya nama Ganjar Pranowo 10,6 persen, Anies Baswedan 10,2 persen, Ahok 7,2 persen, Sandiaga Uno 6,9 persen, Tri Rismaharini 5,5 persen, Ridwan Kamil 5 persen, AHY 4,8 persen. Sedangkan nama lain kurang dari 3 persen, dan belum menjawab 10,4 persen.

Selanjutnya, menurut dia, sikap tegas atau berwibawa, kemudian merakyat, jujur dan bersih dari KKN, merupakan tiga alasan utama pemilih dalam KJokmenentukan pilihan presiden.

Baca Juga  Pemerintah Siap Dikritik Keras, YLBHI Minta Buzzer Ditertibkan

Survei ini dilakukan LSI periode 25-31 Januari 2021, dengan metodologi multistage random sampling pada 1.200 responden. Margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga: Prof Henry Subiakto Sebut Ucapannya Soal Kitab Suci Dan UU ITE Dipelintir

Sumber: pojoksatu.id

  • Bagikan