Hollywings Langgar Prokes tapi Disanksi Tutup 3 Hari, PA 212: Tegakkan Hukum!

  • Bagikan
Hollywings Langgar Prokes tapi Disanksi Tutup 3 Hari, PA 212: Tegakkan Hukum!
Ketua PA 212 Slamet Ma'arif. (pojoksatu.id)

IDTODAY NEWS – Polda Metro Jaya menutup Kafe and Bar Hollywings, Kemang, Jakarta Selatan karena memicu kerumunan pengunjung pada Minggu (5/9) dini hari.

Kafe tersebut juga beroperasi hingga larut malam. Bahkan Kerumunan di Holywings Kemang itu juga sempat viral di media sosial.

“Tempat hiburan yang melewati jam dan melebihi dari batas aturan PPKM level 3, kita himbau untuk bubarkan diri,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Senin (6/9/2021).

Baca Juga  Rachland Nashidik Peringatkan Ruhut Sitompul, Nanti Jadi Orgil, Makin Gak Guna

Yusri menyebut, pihaknya tak memberikan sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan PPKM Level 3.

“Pembubaran, kalau kami gunakan operasi gabungan,” ujarnya.

Namun, kata Yusri, bila cafe dan tempat hiburan tersebut kembali mengulangi melanggar protokol kesehatan.

Maka, barulah pihaknya memberikan sanksi dengan menyegel tempat hiburan tersebut.

“Kalau dua kali barulah denda dan segel,” ujarnya.

Ditutup 3 Hari

Sementara, Satpol PP Pemprov DKI Jakarta melalui akun Instagram resminya memberikan sanksi penutupan sementara Hollywing selama 3 x 24 jam.

Baca Juga  Andi Arief "Ceramahi" Mahfud MD, Taufik Rendusara: Mereka Bukan Tidak Paham, Tapi Tidak Mau Paham

“Tempat Usaha Holywing Kemang, dikenakan sanksi Penutupan Sementara 3×24 jam oleh Petugas Satpol PP DKI Jakarta Minggu (5/9) setelah ditemukan terjadi pelanggaran ketentuan PPKM level 3 pada Sabtu Malam (4/9),”

Sanksi Pembekuan Izin Usaha sesuai Perda nomor 2 tahun 2020 dan Pergub nomor 3 tahun 2021 akan diberlakukan kepada manajemen Holywing apabila kembali ditemukan melakukan pelanggaran ketentuan usaha di masa pandemi.

Baca Juga  Puan Maharani Minta Pemerintah Buat Terobosan Konkret

“Mohon kesadaran kepada semua pihak pelaku usaha untuk bersama mematuhi ketentuan dalam pengendalian penyebaran Covid 19 di ibukota,” tulisnya.

PA 212 Samakan dengan HRS

Terpisah, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif meminta aparat untuk tidak hanya menutup tempat yang menjadi kerumunan.

Akan tetapi, juga menyeret pemiliknya ke proses hukum.

“Tutup tempatnya, seret pemilik ke pengadilan,” ujarnya dikutip dari RMOL, Senin (6/9/2021).

Baca Juga  Sekjen DPP Gerindra Prihatin Jumhur dan Syahganda Ditangkap, Ini Harus Diperhatikan Polisi

Hal itu perlu dilakukan agar keadilan benar-benar masih berdiri tegak di Indonesia yang menganut negara hukum seperti apa yang diperlakukan terhadap Habib Rizieq Shihab.

“Tegakan hukum,” tegasnya.

Sumber: pojoksatu.id

  • Bagikan