Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Sejumlah kader PDI-P melepas baju kampanye Paslon yang diusung partainya sebagai tanda penatikan dukungan di Ngajum, Kabupaten Malang, Jumat (4/12/2020).(Foto: KOMPAS.COM/ANDI HARTIK)

IDTODAY NEWS – Pemecatan mantan Bupati Malang Sujud Pribadi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI-P) mendapatkan reaksi dari kader bawah.

Sejumlah kader ramai-ramai melepas baju pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) yang diusung PDI-P.

Mereka mengalihkan dukungan untuk pasangan nomor urut 2, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub).

Loyalis Sujud Pribadi

Lantaran dinilai membelot dari keputusan DPP PDI-P, Sujud yang dua kali diusung PDI-P menjadi Bupati Malang dipecat dari partai.

Para loyalis Sujud Pribadi yang tergabung dalam Relawan Merah Putih mengikuti langkah Sujud.

Baca Juga  Pengamat: Jokowi Memang "Membangkang" Kepada PDIP Di Periode Keduanya

Mereka mengikuti sikap Sujud mendukung LaDub.

“Sampai saat ini Pak Sujud itu dikenal masyarakat masih tetap kader PDI Perjuangan. Tetapi, dengan sikap dari pimpinan partai pusat, yang didorog oleh DPC Kabupaten Malang untuk memecat Sujud Pribadi,” kata Hari Prianto, kader PDI-P Kabupaten Malang yang tergabung dalam Relawan Merah Putih di Ngajum, Kabupaten Malang, Jumat (4/12/2020).

“Kami selaku kader memiliki sikap yang jelas. Pemecatan ini tidak terlepas dari dukung mendukung dalam Pilkada,” imbuhnya.

Klaim tak dikoordinasi

Hari mengklaim aksinya tersebut bukan perintah dari Sujud.

Aksi copot kaus SanDi itu merupakan sikap pribadi masing-masing kader.

“Pak Sujud (mendukung paslon lain) bukan karena pribadinya. Tapi, ingin Kabupaten Malang ada perubahan yang signifikan. Tetapi garis partai berbeda dengan pemikiran beliau. Kami yang di sini tanpa ada koordinir dari Pak Sujud,” kata dia.

Bahkan kader partai banteng yang tergabung dalam Relawan Merah Putih itu siap dipecat dari PDI-P karena telah membelot dari keputusan DPP.

DPC PDI-P belum merespons

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Darmadi belum merespons ketika dikonfirmasi soal aksi pencopotan kaus.

Untuk diketahui, Pilkada Kabupaten Malang diikuti oleh tiga pasangan calon.

Paslon nomor urut 1 Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) diusung oleh koalisi Malang Makmur.

Paslon nomor urut 2 Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) yang diusung oleh koalisi Malang Bangkit dan paslon nomor urut 3 Heri Cahyono-Gunadi Handoko dari jalur independen.

Baca Juga: Dilaporkan ke Bareskrim, Ferdinand Ternyata Penakut, Terbirit-birit Hapus Postingan Caplin

Sumber: kompas.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan