Kasus Covid-19 di Luar Jawa dan Bali Naik, Puan: Segera Selesaikan Vaksinasi!

  • Bagikan
Puan Maharani
Ketua DPR RI, Puan Maharani/Net

IDTODAY NEWS – Perhatian serius dalam penanganan pandemi Covid-19 beberapa hari ini tertuju ke daerah luar Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Pada Selasa kemarin (27/7), Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat penurunan kasus positif di wilayah Pulau Jawa-Bali sebesar 24 persen, setelah meningkat dua pekan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Sementara, Satgas mencatat beberapa daerah di luar Pulau Jawa-Bali mengalami peningkatan hingga 53 persen pada dua pekan yang lalu dan 3,6 persen pada satu pekan kemarin.

Baca Juga  Tegas, Anies Ancam Cabut Izin Usaha Bagi Pelanggar PPKM Darurat

Sebagai contoh, kenaikan kasus di luar Jawa-Bali pada pekan kemarin paling banyak disumbang Kalimantan Timur sebanyak 10.297 kasus, Sumatera Utara sebanyak 7.528 kasus, Riau 5.999 kasus, Nusa Tenggara Timur 5.904 kasus dan Sulawesi Selatan 5.010 kasus.

Ketua DPR RI, Puan Maharani, ikut menyoroti kenaikan angka kasus baru Covid-19 di luar Pulau Jawa-Bali tersebut.

Ia memandang, lonjakan kasus positif Covid-19 di luar Jawa-Bali harus ditangani secara serius, salah satunya dengan cara mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi di sana.

Baca Juga  Pertemuan PDIP-Gerindra, Prabowo Capres, Cawapresnya Ganjar atau Puan

Ia menyatakan, masih ada stok 50 juta dosis vaksin tersedia hingga pertengahan Agustus 2021. Stok juga dia sebut akan bertambah lagi sebanyak 45 juta dosis pada awal Agustus 2021 dengan target total 440 juta dosis vaksin masuk ke Indonesia di sepanjang 2021.

“Seperti fokus vaksinasi di Pulau Jawa dan Bali ketika kasus tinggi, sekarang vaksinasi juga harus fokus ke luar Pulau Jawa dan Bali yang angka kasusnya naik,” tegas Puan di Jakarta, Rabu (28/7).

Baca Juga  Wapres Ma’ruf Amin Akhirnya Buka Suara, ”Indonesia Ini Sudah Dianggap Episentrum Baru Corona”

Puan juga menyayangkan target pemerintah menyuntikkan vaksin 1,5 juta orang per hari belum terealisasi.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Pemabngunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) ini mengatakan, ketersediaan stok vaksin harus juga dipastikan guna mendukung sebaran vaksinasi di daerah-daerah yang menjadi perhatian.

Setidaknya, Puan melihat vaksinasi dosis pertama harus menjangkau seluas-luasnya warga Indonesia.

“Segera selesaikan vaksinasi pertama dengan cakupan seluas mungkin,” tuturnya.

Baca Juga  Cerita Eks Menko Polhukam Djoko Suyanto Tangani 16 Orang Positif COVID

Hingga Selasa kemarin (27/7), ada 45.278.549 orang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan 18.666.343 orang sudah mendapatkan vaksin dosis kedua.

Sementara, target yang dipatok untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunal di Indonesia harus mencapai 208.265.720 orang tervaksinasi. Sehingga Puan mendorong pemerintah untuk terus menambah ketersediaan vaksin di dalam negeri.

“Vaksinasi kita akan terus kejar-kejaran dengan laju penularan sampai mencapai herd immunity. Jadi vaksinasi tidak boleh terhenti karena stok vaksin kosong,” tegasnya.

Baca Juga  Kritisi Pelaksanaan PPKM Darurat, Bukhori Yusuf: Kita Perlu Akhlak Luhur Dari Para Pemimpin

Perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR ini mengatakan, sebaran dan percepatan vaksinasi yang terus meluas ke luar Jawa-Bali bisa meminimalisir risiko di daerah-daerah di zona merah.

“Cegah dari sekarang situasi buruk yang terjadi di Jawa dan Bali terulang lagi di luar kedua wilayah, dengan percepatan vaksinasi,” kata mantan Puan.

Maka dari itu, Ketua DPP PDIP ini menjadikan luar Pulau Jawa dan Bali sebagai satu fokus vaksinasi yang penting dilakukan segera oleh pemerintah, karena ketersediaan tenaga dan fasilitas kesehatan di luar Jawa dan Bali pun lebih terbatas.

Baca Juga  Argumen Pihak HRS Siapkan Tenda Besar Tapi Klaim Cuma Undang 17 Orang

“Keterlambatan pencegahan akan membuat situasi lebih buruk dapat terjadi. Percepatan vaksinasi di luar Pulau Jawa dan Bali adalah upaya tepat mencegah perpindahan episentrum Covid-19 di situasi ketersediaan tenaga dan fasilitas kesehatan yang lebih terbatas,” tutupnya.

Sumber: rmol.id

  • Bagikan