KPK Jemput Paksa Azis Syamsuddin, MAKI: Pengalihan Isu Terkait Pemberhentian 56 Pegawai
Azis Syamsuddin/IST

KPK Jemput Paksa Azis Syamsuddin, MAKI: Pengalihan Isu Terkait Pemberhentian 56 Pegawai

IDTODAY NEWS – Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin, dijemput paksa oleh KPK. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengatakan bahwa pengumuman tersangka bersamaan dengan penangkapan dan penahanan.

“Atas dijemputnya AZ oleh KPK karena memang niatnya pengumuman tersangka itu hari (kemarin), padahal dalam protap atau SOP atau style-nya Pak Firli Bahuri pimpinan KPK yang sekarang itu pengumuman tersangka adalah bersamaan dengan upaya paksa yaitu penangkapan dan penahanan,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman kepada wartawan, Jumat (24/9).

Baca Juga  Temuan Komnas HAM: Pegawai Tak Lolos TWK KPK Diduga Kuat Distigma Taliban

“Jadi kalau tidak datang bagaimana ini diumumkan tersangka, karena paketnya diumumkan tersangka itu adalah dengan penahanan, maka ya diupayakan sebelum 1×24 jam artinya sebelum jam 12 malam harus didatangkan ke KPK, baik dijemput dengan baik-baik atau dijemput paksa,” jelasnya.

Azis Syamsuddin dijemput paksa setelah mengirim surat dan mengaku sedang melakukan isolasi mandiri. Ketua KPK, Firli Bahuri, mengatakan bahwa Azis dalam kondisi negatif Covid-19.

Baca Juga  KPK Lelang Barang Rampasan 4 Perkara Korupsi, Salah Satunya Kasus Saipul Jamil

Boyamin menilai penjemputan Azis tersebut sebagai prestasi untuk menutupi pemecatan 56 pegawai KPK pada 30 September nanti.

“Karena nanti tanggal 30 (September) itu pemecatan pegawai KPK 56 orang, maka harus ada prestasi hebat KPK untuk menutupi rencana penuntutan. Karena sampai detik ini kan banyak dukungan masyarakat untuk tidak memecat 56 pegawai itu,” katanya.

Boyamin memberikan apresiasi terhadap penangkapan Azis. Menurutnya, aksi ini juga bisa dinilai sebagai pengalihan isu terkait pemberhentian 56 pegawai KPK.

Baca Juga  Harus Dihukum Berat, Bungkamnya Juliari Batubara Menyiratkan Lindungi Pihak Lain Di Dugaan Korupsi Bansos

“Supaya nanti beritanya tidak buruk-buruk amat tanggal 30 maka ya harus didahului berita baik yaitu prestasi menangkap, menahan, Azis Syamsuddin. Ada sisi positifnya saya apresiasi, tapi ada sesuatu ini pengalihan isu berkaitan dengan rencana pemberhentian 56 pegawai KPK,” kata Boyamin.

Sumber: jitunews.com

Tinggalkan Balasan