IDTODAY NEWS – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina baru-baru ini membongkar borok Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

Ahok alias BTP mengkritik cara dewan direksi Pertamina mengelola perusahaan minyak pelat merah itu karena terus-terusan mencari pinjaman dana ke luar negeri.

Namun, kritikan Ahok justru menjadi senjata makan tuan. Anggota Komisi VI DPR RI Subardi menyebut BTP malah menguak ketidakmampuannya sendiri untuk mengubah tata kelola Pertamina.

Sebagaimana dikabarkan PikiranRakyat-Depok.com dari RRI dalam artikel “Ahok Buka Aib Direksi Pertamina, DPR: Secara Tidak Langsung Itu Mengkritik Dirinya Sendiri!”, Ahok menuding ada direksi ‘titipan’ di Pertamina.

Ia juga menilai kebijakan direksi saat ini banyak yang tak masuk akal, bahkan di luar hitungan bisnis. Akibatnya, kata Ahok, hutang pertamina terus membengkak.

“Sudah utang 16 miliar dolar AS, tiap orang otaknya pinjem duit terus. Saya sudah kesal ini, pinjem duit terus. Maunya akuisisi terus,” kata Ahok dalam satu video yang diunggah di kanal YouTube POIN.

Baca Juga  KSPI Juga Bakal Demo Tuntut Kenaikan UMP 9-10 November di DPR

Terkait pernyataan Ahok, Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Subardi turut memberikan tanggapan.

Subardi mengatakan bahwa pernyataan yang dilontarkan Ahok itu secara tidak langsung mengkritik dirinya sendiri.

Ia pun menilai Ahok tidak mampu membenahi perusahaan minyak plat merah tersebut.

“Yang disampaikan Ahok seperti menceritakan cacatnya sendiri. Jangan karena ketidakmampuannya (mengawasi Pertamina), Ahok lantas teriak-teriak di media,” kata Subardi.

Lebih lanjut, sebagai Anggota Komisi VI DPR RI yang bermitra dengan BUMN, Subardi mengaku sangat menyangkan sikap yang dilakukan Ahok.

Baca Juga  Belum Beres Jozeph Paul Zhang, Sudah Muncul Muhammad Kece, MUI Minta Umat Islam Tenang!

Ia khawatir, performa Pertamina akan semakin buruk karena manajemen yang gaduh.

Padahal, kata dia, setiap rapat bersama Menteri BUMN Erick Thohir, pihaknya selalu mendukung program perbaikan Pertamina yang digagas Erick Thohir, baik dalam strategi bisnis maupun efisiensi produksi.

“Kita ingin performa Pertamina membaik. Pertamina harus mampu berkembang dan bersaing dengan perusahaan raksasa seperti Aramco, Chevron, Exxon atau Petronas,” ujar Subardi.

Kalau memilih cara-cara kasar dan emosional, dikatakan Subardi, hal tersebut justru akan menjadi kontraproduktif.

Sumber: pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan