Kritik KAMI karena Angkat ISU PKI, Ilham Aidit: Film G30S/PKI Itu Pasti Bukan Film Sejarah

  • Bagikan
Ilham Aidit
Ilham Aidit di ILC (Foto: YuoTube TV One)

IDTODAY NEWS – Putra Dipa Nusantara Aidit, Ilham Aidit menyentil gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Ia menilai, KAMI syarat dengan muatan kepentingan menuju Pilpres 2024.

Untuk itu, Ilham Aidit meminta para deklarator KAMI tidak usah mengangkat isu Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk mendulang simpatisan.

“Kalau mau capres ya udah, ikutan Pemilu aja 2024, ga usah koar-koar macam-macam. Kalau perlu bikin partai saja lewat jalur kontitusional, tapi ngga usah angkat lagi soal isu PKI untuk jualan acara 2024 nanti.” Ujar Ilham saat berbicara di Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, Selasa (29/9) malam.

Baca Juga  Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Bicara Keteladanan Ratu Kalinyamat

“Saya pikir agenda nya jelas 2024. Dan saya ngga menuduh siapa saja orang di sana, karena smua orang sudah tahu kalau mau nyapres ya nyapras saja”, sambung dia.

Lebih lanjut, Ilham Aidit menilai, film G30S/PKI yang kerap menjadi pembahasan pada bulan September setiap tahunnya, merupakan film hasil Imajinasi dari sutradara Arifin C Noer.

Dia mengatakan bahwa, film itu dibuat berdasarkan pesanan rezim orde baru.

Baca Juga  Jenderal Gatot Nurmantyo: Menyuarakan Kebenaran Itu Sulit

“Saya ingin katakan sekali lagi bahwa film 30S/PKI itu pasti bukan film Sejarah. Film itu bukanlah film dokumenter. Film itu sepenuhnya adalah ijaminasi dari sutradara Arifin C Noer ketika dia harus membuat film berdasarkan pesanan dari orde baru ketika itu.” jelas Ilham.

Dia menjelaskan, film tersebut pernah diupayakan untuk dihentikan pada pemerintahan BJ Habibie. Saat itu, Yunus Yosfiah sebagai Menteri Penerangan nyata-nyata mengatakan bahwa film itu tidak lagi wajib untuk ditonton.

Baca Juga  Ketua MPR Minta BPOM Segera Tetapkan Izin Edar Darurat Vaksin Covid-19

“Kemdudian Juono Sudarsono yang merupakan Menteri Pendidikan dia menyatakan harus meninjau ulang dan mereka berdua bukanlah seorang PKI atau keturunan PKI.” Ungkapnya.

Sumber: fajar.co.id

  • Bagikan