Mardani Ali Sera: Kalau Jokowi Lapang Dada Dan Punya Etika, Prabowo-Sandi Tidak Akan Masuk Kabinet

  • Bagikan
Mardani Ali Sera: Kalau Jokowi Lapang Dada Dan Punya Etika, Prabowo-Sandi Tidak Akan Masuk Kabinet
Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera/RMOL

IDTODAY NEWS – Peran kepala negara di rezim Joko Widodo saat ini dianggap tidak terlihat jika dibanding peran sebatas sebagai kepala pemerintahan.

Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera saat menjadi narasumber di acara diskusi Obrolan Bareng Bang Ruslan yang digagas Kantor Berita Politik RMOL bertajuk “Refleksi 2020 dan Membaca Peristiwa Politik 2021”.

Baca Juga  Masya Allah... Ridwan Saidi Sebut JUTAAN ORANG Akan Sambut HABIB RIZIEQ, GUNTUR pun Tiba-tiba MENGGLEGAR! Ini Videonya

“Sekarang ini kepala negara hampir tidak kelihatan perannya. Semuanya dipolitikin gitu, semua bajunya, baju kepala pemerintahan,” ujar Mardani, Selasa (29/12).

Karena kata Mardani, kepala negara lebih menonjolkan unsur moral, etika, menyatukan bukan membelah, dan menjadi negarawan bukan politikus.

Mardani pun membeberkan sikap Presiden Jokowi yang lebih menonjolkan sebagai kepala pemerintahan. Yaitu, terkait dengan masuknya dua rival, Prabowo Subianto dan Sadiaga Uno di Pilpres 2019 menjadi menteri di kabinet.

Baca Juga  Prabowo Unggah Foto Lawas Bersama Herindra, Netizen: Bapak Ganteng, Jadi Terpesona

“Kalau Pak Jokowi luar biasa lapang dada dan punya etika, dia tidak akan membiarkan Pak Prabowo dan Pak Sandi ditarik masuk gitu loh,” katanya.

Pasalnya, sambung politisi PKS ini, sekalipun Prabowo dan Sandi mempunyai alasan tersendiri untuk menjadi menteri. Namun, jika Jokowi tidak membuka pintu, maka keduanya tidak akan bisa masuk kabinet.

“Yang sangat baik kalau Pak Jokowi berfikir demokrasi ini perlu kontestasi, demokrasi ini asasnya kompetisi, demokrasi ini asasnya perbedaan pendapat. Kalau gak ada kompetisi, gak ada perbedaan pendapat, tidak ada perbedaan, tidak ada oposisi, ya itu bukan demokrasi, kita kembali terjebak gitu,” jelasnya.

Baca Juga  Prabowo Subianto Harus Tegur Keras China Soal Drone Bawah Laut Di Selayar

Dengan masuknya Prabowo-Sandi di Kabinet Indonesia Maju (KIM), membuat rakyat menjadi membara.

“Di atas tuh diambil, tapi di bawahnya membara, dibawahnya repot. Nah itu malah buruk,” pungkasnya.

Baca Juga: Sarankan Markaz Syariah Jadi Pesantren Bersama, Muhammadiyah: Mahfud Jangan Berpolemik Di Ruang Publik

Sumber: rmol.id

  • Bagikan