Ngaku Mantan Komandan Banser, Orang Ini Tantang Panglima TNI Gatot Nurmantyo
Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan Mantan Komandan Banser Banyumas Syarif HIdayatullah (Foto: IST)

Ngaku Mantan Komandan Banser, Orang Ini Tantang Panglima TNI Gatot Nurmantyo

IDTODAY NEWS – Mantan Komandan Banser Banyumas Syarif Hidayatullah menyatakan siap menghadapi Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo jika gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ingin menjatuhkan Presiden Jokowi.

“Saya lawan Gatot Nurmantyo jika gerakan KAMI mau menurunkan Jokowi. Saya siap melawan gerakan-gerakan yang merusak NKRI,” kata Syarif Hidayatullah dalam video yang beredar di YouTube. Syarif mengaku tinggal di lereng Gunung Slamet di tepian Sungai Serayu.

Baca Juga  Gatot Nurmantyo Berpotensi Ambil Alih Peran Prabowo di Politik

Syarif mempersilahkan Gatot Nurmantyo membuat KAMI atau gerakan apapun karena Indonesia negara demokrasi tetapi tidak untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi yang sah secara undang-undang.

Kata Syarif, di saat Indonesia menghadapi Covid-19 muncul KAMI yang bertujuan memprovokasi rakyat dari Sabang sampai Merauke. “Mari bergadeng tangan menghadang yang mau menurunkan Jokowi. Mereka mengumbar kebencian kepada pemimpin yang sah,” jelasnya.

Baca Juga  Nasdem Tak Tutup Peluang Usung Anies Baswedan di 2024

Selain itu, Syarif mengkritik Din Syamsuddin yang menggambarkan Indonesia dalam kondisi buruk di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Saya juga heran, Din Syamsuddin menyatakan bahwa Indonesia dalam kondisi darurat, Indonesia gawat. Itu salah besar. Ini ngomong apa Din Syamsuddin, digambarkan Indonesia dalam keadaan ruwet, kacau, dalam segala segi,” papar Syarif.

Kata Syarif, Din Syamsuddin justru yang merusak bangsa Indonesia dengan berbagai pernyataan yang memprovokasi. “Yang merusak Indonesia itu Din Syamsduddin dengan pernyataan provokasinya,” ungkap Syarif.

Baca Juga  Tancap Gas, Luhut Langsung Evaluasi Penanganan Covid-19 Di Empat Provinsi

Menurut Syarif, orang-orang zalim itu yang selalu menyalahkan Presiden Jokowi. “Seakan-akan Jokowi digambarkan pemimpin yang zalim. Yang zalim gerombolan yang menyalahkan Jokowi. kelakuannya menyakiti orang banyak,” papar Syarif.

Ia menegaskan melawan dan mencaci maki pemimpin yang sah hukumnya haram.

Sumber: suaranasional.com

Tinggalkan Balasan