PAN: Jokowi Bilang Perlu Revisi UU ITE, Kenapa Menkominfo Membuat Pedoman Interpretasi?

PAN: Jokowi Bilang Perlu Revisi UU ITE, Kenapa Menkominfo Membuat Pedoman Interpretasi?
Ketua Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay/RMOL

IDTODAY NEWS – Niat baik Presiden Joko Widodo untuk merevisi UU ITE sangat perlu dilakukan. Apalagi presiden telah menekankan untuk menghapus pasal-pasal karet yang ada di dalam UU tersebut.

Atas alasan itu, Ketua Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay mengaku bingung dengan tindak lanjut yang dilakukan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate yang justru membuat pedoman interpretasi UU ITE.

Bacaan Lainnya

“Kebutuhan revisi itu menjadi sesuatu yang sangat penting. Tidak jelas juga apa alasannya, kenapa harus membuat pedoman interpretasi?” ucap Saleh kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (18/2).

Pihaknya menilai ada ketidaksinkronan antara maksud presiden dengan keinginan Menkominfo dalam penyesuaian UU ITE. Ketidaksinkronan ini, sambungnya, membuat bingung sejumlah kalangan, termasuk parlemen.

Baca Juga: AHY: Kelompok Pengudeta Partai Demokrat Berupaya Memecah Belah SBY dan Jokowi

“Kalau menurut presiden kan perlu. Kalau menurut Menkominfo itu tidak perlu direvisi berarti itu berbeda pandangan dengan presiden. Presiden mengatakan itu perlu direvisi di publik, semua orang sudah berharap,” katanya.

Baca Juga  Relawan Jokowi Samakan Natalius Pigai dengan Orang Utan, Prabowo: Orang Seperti Ini yang Buat NKRI Terbelah

“Masing-masing fraksi pun saya lihat semuanya sudah pada siap untuk melakukan revisi itu,” tegasnya.

Saleh meminta agar Kominfo agar tidak melontarkan kalimat-kalimat yang justru menimbulkan polemik di kalangan masyarakat.

“Jangan mengambil jalan baru lah dalam situasi penanganan Covid-19 yang semakin rumit. Karena kalau mau bikin interpretasi lagi, itu kan merupakan jalan rumit lagi,” tandasnya.

Baca Juga: Debat PDIP-Demokrat, Pengamat: Megawati Kecewa Karena Dulu Dibohongi SBY

Sumber: rmol.id

Pos terkait