Respons Sufmi Dasco setelah Diisukan Bakal Jadi Menko Polhukam Gantikan Mahfud MD

  • Bagikan
Respons Sufmi Dasco setelah Diisukan Bakal Jadi Menko Polhukam Gantikan Mahfud MD
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Sufmi Dasco buka suara setelah diisukan akan menjadi Menko Polhukam. (Istimewa)

IDTODAY NEWS – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, buka suara setelah diisukan akan menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

Sufmi Dasco diisukan akan menggantikan Mahfud MD setelah isu reshuffle kabinet ramai dibicarakan.

Menanggapi hal ini, dirinya mengatakan, tanggung jawabnya sekarang sudah berat.

“Sebagai pimpinan DPR saja kita sudah berat tanggung jawabnya,” ujarnya di Gedung Parlemen, Senin (13/9/2021), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Baca Juga  Tekan Kematian, PDIP Minta Satgas Covid-19 Libatkan RT/RW Dampingi Warga Isoman

“Saya hanya menjalankan amanah sebagai Pimpinan DPR.”

“Terutama pada saat ini bagaimana mengimbangi pemerintah dalam penanganan lonjakan Covid-19 yang kita belum tahu sampai kapan selesainya,” jelas dia.

Ia mengaku tak terlintas dalam pikirannya untuk menjadi Menko Polhukam.

Selain itu, menurutnya, reshuffle kabinet tersebut merupakan hak prerogatif dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Reshuffle itu memang hak prerogatif dari Presiden yang kita harus hormati,” katanya.

Baca Juga  Berpeluang Ungkap Dalang Utama, KPK Didesak Periksa Anggota DPR Yang Diduga Terlibat Korupsi Bansos

“Tetapi tidak terlintas sedikit pun di pikiran saya untuk kemudian menjadi Menko Polhukam,” ucap Sufmi Dasco Ahmad.

Sebelumnya, pengamat politik dari Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menyebut Sufmi Dasco dinilai layak menjadi Menko Polhukam.

Nama politikus Partai Gerindra ini juga disebut patut diperhitungkan.

Kata Gerindra soal Isu Reshuffle Kabinet

Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Habiburokhman, turut menanggapi adanya isu reshuffle kabinet.

Baca Juga  Zulkifli Hasan: UU Pemilu Belum Saatnya Direvisi, Penanganan Covid-19 Lebih Prioritas

Habiburokhman mengaku pihaknya belum mendengar, baik secara resmi maupun tidak, terkait adanya reshuffle.

Kendati demikian, Habiburokhman menegaskan reshuffle adalah hak prerogatif Presiden Jokowi.

Oleh karena itu, ia mengaku tidak masalah jika Presiden Jokowi melakukan reshuffle.

“Terkait isu reshuffle kabinet, perlu kami sampaikan bahwa secara resmi maupun tidak resmi, kami belum mendengar apapun soal wacana tersebut.”

“Kami perlu sampaikan bahwa, yang namanya reshuffle itu hak prerogatif Presiden.”

Baca Juga  KPK Klaim tak Ada Intervensi Politik

“Kalau digunakan hak tersebut, kami tidak ada masalah, welcome.”

“Kalau tidak digunakan, ya kami monggo-monggo (silakan) saja,” ujarnya dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (10/9/2021).

Lebih lanjut, Habiburokhman menekankan bahwa kini Partai Gerindra tengah berkonsentrasi dalam menyukseskan dua menterinya di Kabinet Indonesia Maju.

Yakni Menteri Pertahanan Prabowo Subianto serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Baca Juga  Pemerintah Paksakan Vaksin Covid-19 Pada Akhir 2020, Haris Rusly Moti: Bahayakan Rakyat!

“Sejauh ini Partai Gerindra lebih memilih berkonsentrasi menyukseskan dua menteri kami di Kabinet, yaitu Pak Prabowo dan Pak Sandi.”

“Agar keduanya bisa berkontribusi maksimal di pemerintahan dan membantu pemerintah mengeluarkan masyarakat dari pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Sumber: tribunnews.com

  • Bagikan