Rocky Gerung
Ahli filsafat dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung/RMOL

Rocky Gerung: Jebakan Terhadap Gatot Nurmantyo Terlalu Dangkal

IDTODAY NEWS – Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo tengah menjadi target pengalihan pemerintah yang gagal memberantas Covid-19.

Hal ini bisa dilihat dari sejumlah jebakan yang dilakukan media pro pemerintah kepada mantan panglima TNI tersebut.

Begitu kata ahli filsafat dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung dalam channel YouTube Rocky Gerung Official yang dipandu Hersubeno Arief.

Baca Juga  Tanggapi Rumah Rocky Gerung yang Disomasi, Ruhut Sitompul Mengejek dan Beri Petuah Super Menohok

Kita bisa lihat, seluruh media di istana itu bukan menjegal Gatot. Tapi menjebak Gatot,” ujarnya dalam video berjudul “SKENARIO MENJADIKAN GAT0T NURMANTYO NEW KOVID19” dan diunggah pada Senin (28/9).

Gatot Nurmantyo, katanya, jadi target pemerintah untuk memotong gerakan KAMI. Istana berpandangan jika bisa menjegal Gatot, maka bisa menjegal KAMI.

Namun upaya itu tidak akan berhasil. Rocky Gerung menegaskan bahwa gerakan moral KAMI hanya bisa digerus dengan pihak yang juga memiliki moral. Bahkan baginya jebakan yang dibuat terlalu dangkal.

Baca Juga  Omnibus Law, Produk Hukum Paling Membingungkan Sejak Indonesia Merdeka

“Jebakan itu terlalu dangkal, saya anggap tak akan berhasil. KAMI itu diinvestasikan untuk politik moral, upaya untuk kepung Gatot hanya mungkin berhasil kalau ada politik moral di istana. Soalnya yang menjebak moralnya itu jauh di bawah,” lanjutnya.

Rocky mencium ada upaya mengarahkan agar “serangan” terhadap Gatot memunculkan kontradiksi di dalam KAMI. Serangan secara khusus mengarah kepada psikologi KAMI di daerah.

Baca Juga  IDI Minta Pilkada Serentak Dibatalkan Jika Konser Dibolehkan

“Sehingga seluruh perencanaan KAMI jadi itu berantakan,” kata Rocky lagi.

Adapun kasus teranyar menimpa Gatot adalah saat acara deklarasi KAMI yang digelar di Surabaya mendapat protes dari sekelompok orang yang menamakan diri Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA). Ujungnya, deklarasi itu dibubarkan oleh pihak kepolisian setempat.

Sumber: rmol.id

Tinggalkan Balasan