Seruan Cabut Rezim Zalim Jokowi, Ternyata Akun Din Syamsuddin Dibajak

  • Bagikan
Seruan Cabut Rezim Zalim Jokowi, Ternyata Akun Din Syamsuddin Dibajak
Foto: Screenshoot-fin

IDTODAY NEWS – Akun twitter milik Din Syamsuddin (@OpiniDin) diduga dihack oleh orang tak dikenal. Hal ini diketahui setelah @opiniDin mengunggah seruan-seruan provokatif sebelum digelar deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pada Selasa (18/8) kemarin.

Seruan-seruan yang dinilai provokatif itu, diantaranya, foto Said Didu dengan narasi bahwa KAMI akan mencabut rezim Jokowi yang zalim.“Ambil alih pemerintahan ke tangan rakyat, cabut rezim zalim Jokowi,” demikian tulisnya dalam unggahan itu.

Baca Juga  KSP Yakin Banyak Mural Dibuat Hanya untuk Menyerang Jokowi

Ada juga foto Rocky Gerung, dengan narasi yang sama, yakni mengajak rakyat untuk mencabut mandat Jokowi. “Bersama gerakan KAMI, mari kita cabut mandat rezim Jokowi, kemakmuran mutlak milik Rakyat.” Demikian bunyi unggahan itu.

Melalui akun twitter, Said Didu menginformasikan bahwa akun tersebut telah diambil alih orang tak dikenal sejak tanggal 26

“Ternyata akun Pak Din @OpiniDin sejak kemarin dihack dan dikendalikan oleh orang lain sejak kemarin. Mention terakhir dari beliau tgl 26 Juni.Mention setelah itu adalah mention orang yang mengambil alih akun tersebut.” Kata Said Didu.

Baca Juga  Tinjau Vaksinasi Door To Door Di Cirebon, Jokowi Apresiasi Kerja Keras BIN

Dari fakta yang dibeberkan netizen, akun @OpiniDin pada tanggal 26 masih menulis cuitan melalui iPad. Setelah itu, pada tanggal 17 Agustus, atau sehari jelang deklarasi, akun menulis cuitan menggunakan web App.

Sebelumnya, Din Syamsuddin mengatakan tujuan KAMI bukan untuk menggulingkan pemerintahan sah saat ini. KAMI tidak punya ranah dalam wilayah pergantian pemerintahan. Dia mengatakan, KAMI adalah gerakan moral.

Baca Juga  Bandingkan Dengan Senior, Rachland Nashidik: Wiranto-Prabowo Lebih Terhormat Bikin Parpol, Moeldoko Ambil Paksa Demokrat

“Apakah Jokowi perlu diturunkan? Itu bukan domain gerakan moral. Itu domainnya politik formal kekuasaan seperti DPR, MPR dan MK dan rakyat. KAMI tak ke sana,” kata dia di lokasi Deklarasi.

Sumber: fajar.co.id

  • Bagikan