Video SBY Diapresiasi Organisasi Buruh Internasional Viral

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku tidak tahu kenapa dirinya selalu menjadi sasaran fitnah atas sejumlah aksi unjuk rasa besar yang melawan pemerintah.(Foto: /SINDOnews)

IDTODAY NEWS – Di tengah hiruk pikuk penolakan terhadap disahkannya Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law oleh berbagai elemen masyarakat, baik mahasiswa, buruh, kini beredar kembali video Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Video itu saat SBY dianggap mendapat apresiasi dari organisasi buruh dunia (ILO) tahun 2011 di media sosial.

“Saudara-saudara yang di Papua, tolong jangan dibeda-beadakan seperti itu ya. Please…! Apresiasi ILO kepada Presiden SBY pada tahun 2011 di Jenewa, Swiss,” tulis akun Twitter @Ekogilidesign yang dikutip pada Kamis, 15 Oktober 2020.

Baca Juga  Rocky Gerung: Penangkapan Aktivis KAMI untuk Sediakan Bukti Teori Dalang

Dalam video yang diunggah ulang itu, SBY idenya diapresiasi oleh Organisasi Buruh Internasional terkait slogan ‘berpikir lokal, berpikir global, berpikir positif, berpikir besar’. Ini adalah pesan besar untuk seluruh pemimpin dunia dan seluruh lembaga internasional termasuk ILO serta diikuti harus nasehatnya.

Selanjutnya SBY mengatakan Indonesia adalah negara Asia pertama yang meratifikasi seluruh 8 konvensi ILO yang fundamental. Ia percaya ratifikasi tersebut akan mempercepat, dan intensifikasi perlindungan terhadap hak tenaga kerja Indonesia.

Bagi negara kata SBY, pekerjaan adalah mesin perkembangan dan progres. Bagi individu, pekerjaan bernilai lebih dari sekadar gaji. Ini berarti kehormatan dan pencapaian diri serta harapan untuk masa depan yang lebih baik untuk keluarganya, membuatnya sebagai bagian dari society.

“Kita harus mempromosikan kebijakan pro pertumbuhan, pro pekerjaan dan pro kemiskinan. Di Indonesia, kami menyebutnya sebagai strategi pertumbuhan dengan keadilan,” cuitan SBY dikutip dari Twitter.

Diketahui, aksi penolakan disahkannya Omnibus Law di sejumlah daerah berakhir ricuh pada Kamis, 8 Oktober 2020. Akibatnya, banyak juga yang diamankan dalam aksi unjuk rasa oleh aparat kepolisian termasuk sejumlah aktivis KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indoenesia).

Baca Juga  Soal Demo Tolak UU Cipta Kerja, Anies: Itu Hak Masyarakat Mengeluarkan Pendapat

Adapun orang yang diamankan di antaranya Khairi Amri, Syahganda Nainggolan selaku Serektaris Komite Eksekutif KAMI, Jumhur Hidayat (JH) sebagai Deklarator KAMI dan Anton Permana (AP), Juliana (JG), Novita Zahara (NZ), Wahyu Rasasi Putri (WRP), Kingkin Anida (KA) dan Deddy Wahyudi. (ren)

Sumber: viva.co.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan