Wakil Ketua DPRD Takalar Tersangka Pengrusakan Hutan, DPD Golkar: Belum Apa-apa
H. Muh. Jabir Dg Bonto. (tengah)(Foto: fajar.co.id)

Wakil Ketua DPRD Takalar Tersangka Pengrusakan Hutan, DPD Golkar: Belum Apa-apa

IDTODAY NEWS – Wakil Ketua DPRD Takalar, H Muh Jabir Bonto resmi berstatus tersangka. Dia diduga terlibat kasus pengrusakan hutan di Kabupaten Takalar.

Tepatnya sekitaran di Kawasan Suaka Alam Margasatwa Ko’mara, Desa Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara.

Status hukum politisi dari Partai Golkar itu pun mendapat reaksi dari internal partainya. Salah satunya dari Plt Ketua DPD II Golkar Takalar Zulkarnain Arif.

Baca Juga  Ray Rangkuti: Kritik JK Sangat Benar, Setelah Jokowi Bilang Ingin Dikritik, Novel Baswedan Dilaporkan Ke Polisi

Kepada jurnalis Fajat.co.id, Zulkarnain menganggap kasus yang melilit kadernya itu dengan santai. Bahkan dibawa dengan sedikit tawa.

“Hehehehehe.. Barusan tersangka. Asas praduga tak bersalah. Belum apa-apa. Dia kan tersangka. Masih jauh prosesnya,” katanya, Sabtu (9/1/2021).

Kasus pengrusakan hutan yang diduga dilakukan oleh kadernya itu, kata dia, murni masalah pribadi Jabir Bonto yang kini mendekam di jeruji besi Polda Sulsel.

Baca Juga  Idham Azis Ajukan Surat Permohonan Pengganti Kapolri ke Jokowi

Kendati tak ada keterkaitan dengan internal Partai Beringin, lanjut dia, maupun di jabatannya saat ini, Zulkarnain tetap perihatin atas penahanan kader terbaiknya itu.

“Tidak bisa kita berbicara bantuan hukum karena itu adalah perbuatan pribadi. Tdk ada kaitannya dengan DPR dan partai. Tapi dia adalah kader partai dan kami perihatin,” jelasnya.

Internal partai tetap menyerahkan kasus ini ke aparat kepolisian. Meski jadi tersangka, bukan berarti Jabir Bonto menang dan tidak bersalah di meja hijau nanti.

Baca Juga  Bantah Anies Gagal, Politisi Gerindra: Coba Tunjukkan, di Mana Kegagalannya? Nggak Ada

Bagi dia, polisi bukanlah penentu apakah tersangka itu benar-benar salah. Polisi hanya melakukan penyelidikan lalu menyerahkan kasus ini ke kejaksaan untuk di persidangan.

“Mari kita hargai proses hukum, dengan catatan, dia juga hargai haknya yang namanya asas praduga tak bersalah. Tersangka belum pasti bersalah. Hakim yang tentukan,” tegasnya via telepon.

Sementara itu, sampai dengan saat ini, Penyidik Gakkum KLHK Sulawesi Selatan Muh Anies dan pihak DPRD Takalar belum angkat bicara terkait hal ini.

Baca Juga  Din Syamsuddin: Jika PT 20% di Pilpres 2024, Terjadilah Politik Dagang Sapi

Beberapa kali dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon belum direspons. Begitu pun dengan pihak DPRD Takalar yang menolak panggilan telepon jurnalis Fajar.co.id.

Baca Juga: Komnas HAM Beberkan Konteks Berbeda Versi Polisi, Choirul Anam: Laskar Ditembak Saat Menuju Polda Metro

Sumber: fajar.co.id

Tinggalkan Balasan