Bagi PDIP, Pemindahan 34 Set ICU Dari Wisma Atlet Langkah Bijak Agar Alat Tidak Nganggur
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP, Rahmad Handoyo/Rmol

Bagi PDIP, Pemindahan 34 Set ICU Dari Wisma Atlet Langkah Bijak Agar Alat Tidak Nganggur

IDTODAY NEWS – Langkah Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memindahkan 34 set ICU dari Wisma Atlet ke RSUI didukung oleh anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo. Pasalnya, di RS Darurat Wisma Atlet kurang membutuhkan alat tersebut.

“Tentu ini hasil dari evaluasi pelaksanaan rumah sakit Covid-19 atau rumah sakit darurat di Kemayoran. Karena rumah sakit di darurat di Kemayoran itu kan diperuntukan bagi orang yang gejala ringan dan bergejala sedang kan,” ujar Rahmad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (28/9).

Baca Juga  Pengamat: Gibran Tak Bisa Jadi Capres dan Cawapres di Pilpres 2021

“Tentu, pemanfaatan ruang ICU dan peralatan yang lebih canggih lagi itu kan tidak terlalu dibutuhkan di sana. Sehingga banyak nganggur. Sedangkan RS lain butuh peralatan seperti itu,” imbuhnya.

Menurutnya, langkah evaluasi sudah dilakukan oleh pihak kemenkes ketika mengalihkan alat-alat kesehatan tersebut kepada RSUI. Sehingga langkah tersebud dinilainya tepat karena di RSUI memiliki ruang yang memadai untuk menampung pasien dengan kondisi kritis.

Baca Juga  Anies ke Pengendara: Telepon Bosmu, Bilang Gubernur Suruh di Rumah

“Di samping itu juga tenaga kesehatannya tersedia. Sangat disayangkan bila tidak dialihkan, sehingga ruangan dan peralatan yang mestinya dibutuhkan oleh pasien berat itu nganggur,” katanya.

Legislator PDI Perjuangan ini menambahkan pemindahan alat-alat tersebut langkah bijak Menkes Terawan kepada rumah sakit yang membutuhkan sekaligus dalam rangka optimalisasi alat.

“Artinya tentunya bentuk peralihan dari Kemayoran ke RSUI dalam rangka optimalisasi alat. Sehingga tidak ada alat yang nganggur atau diperuntukan kepada saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan atau rumah sakit yang membutuhkan,” ucapnya.

Baca Juga  Yaqut Minta Abu Janda Lawan Covid Bak Hadapi Gerakan Radikal, Christ Wamea: Menag Kok Ngomong Gitu?

“Karena memang desain dari rumah sakit darurat di Kemayoran itu untuk gejala ringan, sedang. wajar saja banyak yang nganggur,” demikian Rahmad Handoyo.

Sumber: rmol.id

Tinggalkan Balasan