IDTODAY NEWS – Masifnya baliho Puan Maharani sepertinya tidak cukup untuk mengangkat elektabilitasnya yang ternyata masih kalah jauh dari Ganjar Pranowo.

Itu sebagaimana hasil survei terbaru yang dirilis NEW INDONESIA Research & Consulting, Minggu (8/8/2021).

Dalam survei tersebut, Prabowo yang pada survei bulan Juni 2020 masih unggul di urutan pertama kini harus rela melepas posisi puncak.

Sebab, posisi puncak kini ditempati Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 20,5 persen.

Tren elektabilitas Ganjar Pranowo itu pun terus mengalami kenaikan dalam setahunan terakhir.

Sementara di posisi kedua, ada Ketua Umum Partai Gerindra itu berada di posisi kedua dengan 16,7 persen.

Prabowo dipepet dengan ketat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan raihan 16,1 persen.

Baca Juga  RR: Potensi Ekonomi Jateng Tinggi, Tapi Gubernurnya Sibuk Main Tik Tok

“Maraknya baliho Puan yang bertebaran di berbagai kota tidak terlalu berdampak pada elektabilitas, justru Ganjar kian berkibar,” ungkap Direktur Eksekutif NEW INDONESIA Research & Consulting, Andreas Nuryono dalam siaran persnya.

Dengan hasil survei ini, pihaknya menyarankan PDIP mempertimbangkan kembali jika bersikukuh mengusung Puan Maharani.

Di sisi lain, Prabowo yang banyak disebut-sebut bakal dipasangkan dengan Puan pun terancam tergeser oleh Ridwan Kamil.

“Dengan makin kuatnya posisi Ganjar sebagai calon presiden, PDIP yang masih bersikukuh mengusung Puan harus mempertimbangkan kembali,” ingatnya.

Puan Ditinggal Risma

Dalam survei ini, elektabilitas Puan Maharani hanya mampu berada di posisi ke-11.

Berbekal 1,4 persen, Puan pun masih kalah dibanding dengan Mensos Tri Rismaharini dengan 4,7 persen.

Juga dibanding Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dengan 2,1 persen

Pun dibanding jagoan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha yang memperoleh 2,6 persen.

Sementara Sandiaga Uno berada di posisi keenam dengan 5,2 persen.

Untuk Menteri BUMN Erick Thohir mengantongi elektabilitas sebesar 4,5 persen

Puan Maharani hanya unggul atas Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (1,3 persen), Moeldoko (1,1 persen) dan Mahfud MD (1,0 persen).

Anies Kabar Buruk

Kabar buruk juga dialami Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang elektabilitasnya tak kunjung terdongkrak.

Malah, posisi Anies di posisi keempat pun terancam disalip Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca Juga  HNW: Sudah Obral Tuduhan Hoaks, Sementara Naskah Resminya Belum Siap

Dalam survei itu, elektabilitas Anies hanya mencapai 6,0 persen.

Angka itu hanya berselisih sedikit dengan AHY yang memiliki elektabilitas mencapai 5,8 persen.

“Tren kenaikan elektabilitas AHY dialami sejak survei bulan Mei 2021, dari semula kisaran 2 persen kini mencapai 5,8 persen,” lanjut Andreas.

Hal ini seperti berkorelasi dengan kenaikan pesat elektabilitas Partai Demokrat yang mengambil posisi kritis terhadap Pemerintahan Jokowi.

Survei NEW INDONESIA Research & Consulting dilakukan pada 21-30 Juli 2021.

Metode survei dilakukan dengan sambungan telepon kepada 1.200 orang responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019.

Margin of error kurang lebih 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber: pojoksatu.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan