Heboh! Denny Siregar Kritik Pemerintah, Kok Mendadak Berbalik Haluan?

  • Bagikan
Denny Siregar
Denny Siregar. Repro YouTube Cokro TV

IDTODAY NEWS – Sikap Denny Siregar mendadak berubah. Pendukung setia Presiden Jokowi ini tiba-tiba saja berbalik haluan dan mengkritik kebijakan pemerintah.

Bahkan Denny Siregar menulis surat untuk Jokowi di media sosial Facebook. Ia menolak keras PPKM Darurat diperpanjang hingga 6 minggu.

Padahal, selama ini Denny lah yang berjuang mati-matian membela Jokowi dan kebijakannya di media sosial.

Denny tak peduli dengan kritik dan hujatan warganet saat membela Jokowi. Ia pun dijuluki haters Jokowi sebagai buzzerRp, binaan Istana.

Denny selalu pasang badan menghadapi lawan politik Jokowi di sosial media.

Baca Juga  FPI, PA 212 dan GNPF Kukuh Gelar Demo di Istana, Sekjen MUI Keluarkan Peringatan

Akibatnya, Denny berulang kali dilaporkan ke polisi. Namun Denny tetap teguh, tak pernah gentar.

Denny adalah tameng Jokowi di medsos. Ia menjadi panglima perang medsos melawan ‘musuh’ Jokowi. Ia dijuluki panglima cebong.

Tanggal 12 Juli 2021, sikap Denny Siregar berubah drastis. Ia membuat postingan di Facebook yang isinya menolak keras perpanjangan PPKM Darurat.

Postingan Denny Siregar itu diberi judul ‘SURAT UNTUK PAK JOKOWI’.

Sejak saat itu Denny beberapa kali mengkirik kebijakan pemerintah di medsos, terutama soal kebijakan PPKM Darurat.

Terbaru, Denny menyindir Menko Polhukam Mahfud MD yang asyik nonton sinetron Ikatan Cinta saat rakyat Indonesia dilanda kesusahan.

Baca Juga  Din Syamsuddin Cs Segera Deklarasi KAMI, Ada Maklumat Dan Tuntutan untuk Jokowi

“Maaf ya, temanku yang hari ini minta bantuan uang untuk bayar token listrik karena seharian gak dapat penumpang di jalan akibat PPKM darurat. Empati sekarang sedang terbang ke bulan,” kata Denny, mengomentari cuitan Mahfud MD yang mengaku sedang menonton sinetron Ikatan Cinta, Kamis (15/7).

Denny juga menjawab pertanyaan warganet yang terheran-heran dengan perubahan sikap Denny.

“Gua jelaskan maksud dari kebijakan pemerintah dengan bahasa awam, dituding menjilat,” kata Denny melalui akun Twitter miliknya, @Dennysiregar7.

Baca Juga  PDIP Sumbar: Politik Urang Awak Terbingkai Dari Dinamika Politik Nasional

“Gua kritik dan ingatkan pemerintah kalo kebijakan mereka salah, dibilang sekarang sudah beda haluan. Gua gak bikin status, dimention-mention, “Kemana lu? Kok diam?” Lu itu benci apa cinta sebenarnya?,” jelas Denny.

Berikut ini tulisan Denny Sirgear yang menolak PPKM Darurat diperpanjang, dikutip Pojoksatu.id dari akun facebook pribadinya.

SURAT UNTUK PAK JOKOWI…

Malam ini saya gak bisa tidur..

Baru saja saya membaca ada rencana pemerintah ingin memperpanjang masa PPKM darurat menjadi 6 minggu. Dan rencana itu sedang digodok, kemungkinan akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Saya setiap hari aktif di medsos. Dan disana, selain berita kematian, saya juga sering membaca teriakan2 kawan yang sudah tercekik lehernya karena ekonomi mereka sudah hancur parah. Beras habis, listrik gak mampu bayar, tidak ada kerjaan, gak bisa jualan, ngaspal gada penumpang dan banyak lagi yang sulit saya ceritakan.

Baca Juga  Bachtiar Nasir: Kaum Antidemokrasi Tidak Menginginkan HRS di Indonesia

Belum lagi kalau saya baca DM saya. Banyak banget yang minta bantuan bahkan untuk makan. Trenyuh rasanya hati ini. Tapi harus bagaimana, saya bukan Superman.

Dan saya khawatir malam ini, betul-betul khawatir. Kalau PPKM darurat dilaksanakan 6 minggu lagi, rakyat kecil bisa gak tahan.

Rakyat kecil lho ya, bukan rakyat kelas menengah apalagi kaya yang tiap bulan masih gajian. Rakyat kecil ini bekerja di sektor informal yang pendapatannya harian. Tiap hari pendapatan mereka berkurang. Dan adanya PPKM yang mirip lockdown ini, benar2 menghajar mereka sampai pingsan.

Baca Juga  Gde Siriana: Kotak Amal Dicurigai Untuk Biaya Teroris Tapi Negara Menyasar Wakaf, Ambigu!

Pak Jokowi, malam ini saya meminta jika bapak bisa membaca tulisan ini, tolong PPKM darurat tidak diperpanjang. Kasihan orang2 kecil, pak. Mereka harus makan. Anak2nya kelaparan. Sudah berbulan2 mereka sabar dan nerima, jangan ditambah lagi penderitaan mereka. Memperpanjang PPKM darurat sama saja dengan membunuh mereka pelan-pelan.

Jangan terlalu didengarkan kelas menengah dan kaya yang sibuk teriak tentang ketakutan. Perut lapar itu bisa menakutkan, pak. Ketika ribuan perut lapar turun ke jalan, negara ini bisa chaos. Apa kepikir kalau ada yang ingin menunggangi situasi ini, pak?

Baca Juga  Patroli Siber 24 Jam, BIN Temukan Narasi Penolakan PPKM Terindikasi Digunakan Turunkan Presiden Jokowi

Mereka yang terus mendesakkan supaya PPKM darurat diperpanjang, tapi punya maksud dibelakang supaya orang lapar berontak dan melawan.

Sudahlah, pak Jokowi. Sudahlah, pak. Beri nafas mereka yang sudah setahun lebih berkelahi dgn situasi. Covid tidak menakutkan buat mereka, tapi perut tidak mungkin tidak terisi. Longgarkanlah ikatan ini. Sesak sudah dada, pak.

6 minggu bukan waktu sebentar, pak. Banyak yang sudah tidak tahan lagi. Termasuk mereka yang terus menerus di garda depan membela kebijakan bapak mati-matian.

Baca Juga  Jokowi Mendadak Telepon Menkes Budi Nanya Obat Covid-19, “Oke Pak Menkes Terima Kasih”

Pikirkanlah lagi, pak. Jangan sampai satu keputusan, berdampak serius ke depan. Semoga kita semua baik-baik saja dan tidak gampang termakan hasutan..

Salam secangkir kopi pahit ini.

Bantu sebarkan supaya tulisan ini sampai ke gedung istana, tempat para pembuat kebijakan yang mungkin tidak mengerti situasi di lapangan karena terlindungi oleh dinginnya AC ruangan..

Sumber: pojoksatu.id

  • Bagikan