Iwan Sumule: Aneh, Ekonomi Rakyat Terpuruk Tapi Harta Jokowi dan Luhut Bertambah

  • Bagikan
Iwan Sumule: Aneh, Ekonomi Rakyat Terpuruk Tapi Harta Jokowi dan Luhut Bertambah
Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule/Net

IDTODAY NEWS – Sebuah paradoks terjadi di negeri ini. Di mana harta sejumlah pejabat negara justru mengalami kenaikan di saat pandemi Covid-19 terjadi.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule merasa miris dengan kenyataan yang tergambar dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu telah meluluhlantahkan negeri ini. Krisis kembar terjadi, yaitu masalah kesehatan dan ekonomi.

Baca Juga  Jajaki Koalisi Pilpres 2024, Pertemuan PDIP dan Gerindra Mengarah Perjanjian Batutulis Jilid II

“Jangankan ekonomi negara, ekonomi rakyat pun terpuruk,” ujarnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (13/9).

Tidak hanya itu, APBN juga mengalami defisit tajam dan status Indonesia turun kelas menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah dan jumlah rakyat miskin bertambah.

“Anehnya, harta kekayaan Jokowi dan Luhut justru bertambah,” tutur Iwan Sumule.

Adapun harta kekayaan Menteri Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) mengalami kenaikan hartanya mencapai Rp 67 miliar lebih, atau tepatnya sebesar Rp 67.747.603.287.

Baca Juga  Minta Restu Jadi Ketua Umum PB PASI pada Jokowi, Luhut Binsar Pandjaitan Diacungi Jempol oleh Jokowi

Harta itu dapat dilihat perbandingan di LHKPN 2019 dengan LHKPN 2020. Pada LHKPN 2019, Luhut mempunyai harta sebanyak Rp 677.440.505.710. Sedangkan pada LHKPN 2020, Luhut mempunyai harta sebanyak Rp 745.188.108.997.

Sementara Jokowi mengalami kenaikan Rp 8,8 miliar untuk periode laporan yang sama.

Sumber: rmol.id

  • Bagikan