Megawati Minta Kader PDIP tidak Terlena, Pengamat Sebut Kode Keras

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Foto Repro Youtube

IDTODAY NEWS – Pengamat politik Ujang Komarudin menanggapi sikap Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Dimana, Megawati meminta kader-kadernya saat ini agar tak terlena dalam menikmati zona nyaman kekuasaan.

Menurut Ujang, hal tersebut merupakan kode keras dari Megawati agar anak buahnya bekerja lebih keras lagi menyambut Pemilu 2024.

“Peringatan keras agar para kader siap-siap menghadapi Pemilu memenangkan Puan di Pilpres 2024,” ujarnya dihubungi Pojoksatu.id di Jakarta, Selasa (17/8/2021).

Apalagi lanjut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu PDIP punya beban karena ingin mecalonkan Puan Maharani yang elektabilitasnya masih di bawah.

Baca Juga  Haedar Nashir ke Aktivis Anti Covid-19 dan Vaksin: Di Mana Rasa Tanggung Jawab?

“Wajar jika Megawati mengingatkan kader PDIP,” kata Ujang.

Selain itu, Dosen Universitas Al-Azhar itu melihat, bahwa sikap Megawati itu juga merupakan bentuk ke khawatiran dengan keadaan kader PDIP yang banyak menikmati kekuasaan.

“Karena kekuasaan itu empuk, maka akan cenderung memabukan dan leha-leha Jika itu dibiarkan maka akan sulit PDIP bergerak,” tutur Ujang.

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pesan untuk para kadernya di hari peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76.

Megawati meminta kadernya jangan terbuai dengan zona nyaman karena posisi PDIP hari ini.

Dari dulu yang pernah disebut partai gurem, menjadi dua kali pemenang Pemilu.

Hal tersebut disampaikan Megawati saat upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76 di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Selasa (17/8).

“Ketika mereka mulai merasakan zona nyaman, itu. Padahal tidak menjadi sebuah hal yang tabu, kita silakan hidup dalam zona nyaman tapi jangan lupa oleh kenikmatan zona nyaman itu,” ujarnya.

Baca Juga  IPW: Jokowi Harus Bekukan UU Cipta Kerja, “Lihat Gelombang yang Terjadi Pak Presiden”

“Kita harus terus berjuang membangun, Alhamdulillah kita bisa dua kali pemenang pemilu,” ungkapnya.

“Dari partai yang dulu yang dulu selalu disebut partai rakyatlah, partai sandal jepit lah, partai gurem,” sambungnya.

Presiden Kelima RI ini pun bercerita ketika membangun PDIP sejak namanya masih PDI di era Orde Baru.

Ia mengingat betul perjuangan jatuh bangun mendirikan partai. Bukan hanya harus menghadapi masalah internal, tetapi juga eksternal dari tangan kekuasaan.

Sumber: pojoksatu.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan