Ossy Dermawan: Jika SBY Tak Jadi Presiden, Belum Tentu Jokowi Bisa Bangun RI

Teddy Gusnaidi lontarkan tanggapan pedas soal SBY. /Kolase Twitter @TeddyGusnaidi dan Facebook Susilo Bambang Yudhoyono/

IDTODAY NEWS – Staf pribadi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ossy Dermawan, buka suara terkait pernyataan Teddy Gusnaidi tentang hasil kepemimpinan SBY sebagai Presiden RI.

Dewan Pakar PKPI Teddy Gusnaidi itu menyebut jika Indonesia tidak akan sudah jikan SBY tidak menjadi presiden.

“Indonesia tidak akan sesulit sekarang ini, pak Jokowi tidak akan bekerja sekeras ini jika anda tidak pernah menjadi Presiden,” tulis Teddy Gusnaidi.

Ossy Dermawan pun menjawab pernyataan Teddy tersebut melalui akun Twitter pribadinya.

Kepala Bakomstra Demokrat itu mengatakan, fakta kepemimpinan SBY tidak sesuai dengan apa yang Teddy katakan.

Baca Juga  Kapasitas Pesawat Diperbolehkan Penuh, DPR: Bakal Picu Klaster Baru Covid-19

“Saya menyarankan ngetwit itu jangan sambil tidur. Akibatnya begini. Karena faktanya bertolak belakang dengan apa yang dia sampaikan,” katanya, dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari cuitan Twitter-nya @OssyDermawan, Senin 11 Januari 2021.

Ossy memberkan beberapa fakta kepemimpinan SBY, dan menyuruh Teddy untuk membandingkan sendiri faktanya, bahkan dengan kinerja pemerintahan sekarang.

“Silakan dibandingkan dengan yang sekarang ini. Harus jujur dalam menanggapi data. Indonesia sudah jauh lebih baik setelah SBY memimpin selama 10 tahun,” lanjut Ossy.

Dengan fakta yang diberikannya itu, maka Ossy menilai apabila SBY tidak jadi presiden kemungkinan Jokowi tidak bisa membangun Indonesia lebih baik lagi kedepannya.

Baca Juga  Temuan Setara Institute: Ada 157 Pelanggaran Kebebasan Beragama Dilakukan Pemerintah Era Jokowi

“Kesimpulan singkatnya, jika SBY tidak jadi presiden selama 10 tahun, belum tentu Presiden Jokowi punya cukup uang, peluang dan kesempatan untuk membangun Indonesia lebih baik ke depan,” tandasnya.

Berikut beberapa fakta yang diucapkan Ossy terkait 10 tahun kepemimpinan SBY & Partai Demokrat:

  1. Pertumbuhan ekonomi rata-rata 6%.
  2. Berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 16,7% menjadi 10,89%.
  3. Berhasil menurunkan angka pengangguran dari 11% menjadi 5,7%.
  4. Berhasil menurunkan rasio utang terhadap PDB dari 56,6% menjadi 24,7%.
  5. Berhasil meningkatkan cadangan devisa 3x lipat dari USD 36,3 miliar menjadi USD 111,8 miliar.
  6. Berhasil meningkatkan APBN dan pendapatan perkapita bangsa Indonesia sebesar 4x lipat.
  7. Berhasil melakukan pembangunan infrastruktur utamanya melalui program MP3EI yang beberapa proyeknya dibangun di era SBY & diresmikan di era Jokowi.
  8. Berhasil memasukkan Indonesia sebagai negara anggota G-20 pada 2008.
  9. Berhasil melunasi utang IMF lebih awal dari waktu pelunasannya.
  10. Berhasil menghentikan embargo terhadap militer Indonesia yang diberlakukan oleh Amerika dan negara maju lainnya.
  11. Berhasil mendamaikan Aceh dan memberantas terorisme dari bumi Indonesia.
  12. Berhasil menjaga demokrasi dan kebebasan masyarakat.
  13. Dan capaian lainnya.
Baca Juga  Ketua KPCPEN: Vaksinasi Dan Kedisiplinan Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Kunci Keluar Dari Pandemi

Baca Juga: Diblokir Haikal Hassan karena Dianggap Tukang Lapor, Muannas Aladaid: Benar-benar Ular Ente Beh

Sumber: pikiran-rakyat.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan