PAN Gabung Koalisi Jokowi, Pengamat Politik: Bau Amis Mulai Tercium

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bertemu Presiden Jokowi. (Antara)

IDTODAY NEWS – Pengamat komunikasi politik, Pangi Syarwi Chaniago mengomentari soal keputusan Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung di koalisi parpol pendukung pemerintahan Presiden Jokowi.

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini, merasa heran dengan keberadaan PAN yang menjadikan parpol koalisi semakin membesar di periode kedua Jokowi.

“Pertanyaan pertama, apa tujuan Presiden Jokowi di balik pembentukan koalisi tambun di periode kedua,” ujar Pangi, Jumat 27 Agustus 2021 seperti dikutip dari GenPi.

Menurut Pangi, koalisi besar di pemerintahan biasanya hanya dibentuk pada periode pertama. Sementara di periode kedua, pemerintahan yang berkuasa cenderung tak lagi fokus menambah koalisi.

Hal itu, kata Pangi, lantaran pemerintahan tersebut sudah tidak memungkinkan untuk kembali berkuasa sebab konstitusi membatasi masa jabatan presiden hanya boleh dipilih dua kali.

Ia pun lantas menyinggung soal agenda untuk memuluskan langkah politik amendemen kelima UUD 1945 guna menambah masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

“Menyeruak bau amis yang mulai tak sedap,” ujar Pangi Syarwi Chaniago.

Baca Juga  Setahun Disfungsi, Waktunya Stafsus Milenial Jokowi Dibubarkan

Maka dari itu, Pangi meminta publik agar dengan tegas menolak jika hal itu bertujuan untuk mengamankan rencana amendemen kelima UUD 1945 tersebut.

“Karena dapat dipastikan tidak akan ada dialektika dan pembahasan yang rasional dan substantif,” tegasnya.

Pangi juga menyebut koalisi partai pendukung pemerintah sudah 83 persen kursi di DPR. Sementara oposisi hanya tinggal PKS dan Partai Demokrat.

Baca Juga  Sesalkan Video Hoax Dirinya Diunggah Ngabalin, Najwa Shihab: Banyak Pejabat Gampang Termakan Informasi Palsu

“Tinggal PKS dan Demokrat, semoga konsisten tidak menjadi tukang stempel dan mengamini semua kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Sumber: terkini.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan