Soal Abu Janda, Katib Syuriah PBNU: Tak Pantas Disebut NU

Soal Abu Janda, Katib Syuriah PBNU: Tak Pantas Disebut NU
Katib Suriah PBNU menilai Abu Janda tak layak disebut warga Nahdliyin/Foto: Republika/Haura Hafizhah

IDTODAY NEWS – Permadi Arya atau dikenal dengan panggilan Abu Janda kembali mencuitkan pernyataan yang memantik reaksi umat Muslim. Melalui akun media sosialnya, Abu Janda menyebut Islam sebagai agama arogan, dan merupakan agama pendatang dari Arab.

Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI DKI, KH Zulfa Mustofa MY, menanggapi perilaku Abu Janda yang sering memicu kontroversi dan kegaduhan melalui cuitannya di dunia maya. Menurut kiai Zulfa, selama ini banyak orang yang keliru menganggap Abu Janda sebagai representasi NU.

Bacaan Lainnya

Kiai Zulfa mengakui dirinya selama ini salah paham karena sempat berpikiran Abu Janda adalah Nahdliyyin. Namun setelah mengetahui sosok Abu Janda, Kiai Zulfa pun membeberkan tentang perilaku Abu Janda yang kerap membuat heboh dunia maya. Berikut tanggapan kiai Zulfa terkait Abu Janda sebagaimana pesan singkat yang beredar dan telah dikonfirmasi Republika,co.id pada Kamis (28/1):

Baca Juga  Sindiran Keras Rocky Gerung Terkait Beasiswa Veronica Koman Yang Ditagih LPDP

1- Yang bersangkutan sepertinya dengan pernyataan-pernyataannya selama ini ‘dipakai’ pihak tertentu untuk sebuah kepentingan agar bangsa Indonesia gaduh, umat Islam tidak bersatu dan saling membenci satu sama lain sehingga rakyat lupa untuk melakukan hal hal yang produktif untuk umat dan bangsa, misalnya bersatu dalam menyelesaikan pandemi, mengawal dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak tepat dan atau menjadi lupa pada kasus-kasus besar yang mesti diproses secara hukum

2- Bisa juga ada kepentingan dari luar Indonesia yang mendapatkan keuntungan dengan pernyataannya dan gerakannya selama ini

“Ala kulli hal, orang yang cerdas paham, NU dengan paham aswajanya dan tradisi luhur akhlak ulamanya yang diajarkan di pesantren dan majelis taklim tidak akan berperilaku seperti itu. Karenaya jangankan dianggap santri, disebut NU yang awam saja kurang pantas disematkan kepada Abu Janda meski NU tidak pernah menolak siapapun menjadi anggota dan pengikutnya selama yang bersangkutan mau mengikuti dengan tulus apa apa yang menjadi khitoh NU dalam beragama, berpolitik dan bermualamah.

Saya sadar bahwa didunia ini akan selalu hadir tokoh protagonis dan antagonis, ada yang merespons sebuah peristiwa dengan gumunan atau kagetan atau juga dengan rileks, cermat, dan bijaksana.”

Baca Juga  Hari Ini, Abu Janda Kembali Diperiksa Bareskrim Soal Dugaan Rasis ke Natalius Pigai

Sebelumnya Abu Janda kembali membuat heboh dunia maya. Dalam akun media sosial twitternya Abu Janda mencuitkan bahwa agama Islam adalah agama yang arogan di Indonesia. Ia mengatakan Islam sebagai agama pendatang dari Arab. Berikut cuitan Abu Janda dalam akun @permadiaktivis1

“Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam, sebagai agama pendatang dari Arab, kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampe kebaya diharamkan dengan alasan aurat,” Andrian Saputra.

Baca Juga: Bantah Dukung FPI, Ketum KNPI: Abu Janda Bikin Kacau Pemerintahan Jokowi

Sumber: republika.co.id

Pos terkait