Menterinya Pak Jokowi Ini Pede Lho! Katanya, Ekonomi RI Bisa Tumbuh Positif

  • Bagikan
Menterinya Pak Jokowi Ini Pede Lho! Katanya, Ekonomi RI Bisa Tumbuh Positif
Ekonomi RI diramal tumbuh positif setelah minus di kuartal II-2020. (Foto/Dok/Ilustrasi)

IDTODAY NEWS – Tercatat pada kuartal II- 2020, ekonomi Indonesia tumbuh negatif sebesar -5,32% sebagai imbas dari pandemi Covid-19. Namun, dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2021, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa dirinya optimis perekonomian Indonesia bakal menunjukkan angka positif. “Kalau kita lihat, beberapa indikator dari tren perekonomian sudah menunjukkan ke arah positif,” ujar Airlangga di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Baca Juga  Gabung Kabinet Jokowi, Ini Plus Minus Sandiaga Uno untuk Pilpres 2024

Beberapa stock market, lanjut dia, sudah kembali mendekati ke angka Rp81 triliun dari Rp90 triliun. Dia mengatakan, pandemi ini menunjukkan level terburuk di periode akhir Maret hingga awal April 2020, dimana seluruh cap berada di bawah.

“Namun kita lihat, beberapa level sudah naik. Purchasing Managers’ Index (PMI) seluruhnya sudah naik, harga minyak dunia relatif naik, tembaga aluminium juga sudah naik, bahkan CPO Indonesia (MYR/MT) naik, dan sudah mencapai 2.840. Ini sudah menunjukkan harganya relatif baik,” tambah Airlangga.

Baca Juga  Kaleidoskop 2020: Utang RI 10 Terbesar Dunia, Nyaris Rp6.000 Triliun

Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa pertumbuhan negatif ekonomi baik di Sumatera maupun Kalimantan relatif tidak sedalam di pulau Jawa. “Per sektor, ada beberapa sektor yang menjadi pengungkit ekonomi. Pertambangan mulai menunjukkan tren positif, beberapa sektor lain seperti keuangan, pendidikan, pertanian, dan properti juga. Properti bisa menjadi salah satu sektor dengan multiplier effect yang besar, termasuk infrastruktur,” ungkap Airlangga.

Baca Juga  Kafe Holywings Juga Melanggar PPKM Februari &Maret, Anies Marah: Bekukan Sampai Pandemi Covid-19 Usai

Secara ekonomi domestik, data penjualan kendaraan bermotor sudah naik, begitu pula dengan penjualan retail, indeks keyakinan konsumen, dan juga survei keyakinan pada dunia usaha (SKDU). “SKDU sudah mulai bergerak positif dari yang tadinya -13,1 ke -5,1. Selain itu, di perbankan, restrukturisasi korporasi sudah 17%, dan untuk UMKM sekitar 50-55%. Trennya semua sudah relatif membaik seiring kegiatan di global,” pungkas Airlangga.

Baca Juga  Mulai 1 Februari, Sri Mulyani Pungut Pajak Jualan Pulsa hingga Voucher Belanja

Sumber: sindonews.com

  • Bagikan