Jokowi Maunya Apa? Dulu Kangen Didemo, Giliran Jumhur Dan Syahganda Kritik Malah Dipenjara

Jokowi Maunya Apa? Dulu Kangen Didemo, Giliran Jumhur Dan Syahganda Kritik Malah Dipenjara
Aktivis Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan saat ditangkap/RMOL

IDTODAY NEWS – Pendekatan pemerintah pada para aktivis yang kritis di tanah air terbilang membingungkan. Sebab di awal periode pertama Presiden Joko Widodo memimpin, mantan gubernur DKI Jakarta itu sempat sesumbar dirinya kangen didemo.

Namun saat aktivis, mahasiswa, dan pelajar melakukan demonstrasi, pemerintah melalui alat yang dimiiki melakukan tindakan represif. Bahkan tidak sedikit yang diadang saat akan berkumpul menjalankan aksi.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Gibran Ungkap Tanggapan Bapak setelah Terseret Skandal Bansos: Semua Tahu Saya Tidak Terlibat

“Kemarin bilang kangen didemo. Ketika ada yang demo, digebukin,” sindir Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule kepada redaksi, sesaat lalu, Senin (8/2).

Iwan Sumule tambah pusing saat mendengar pidato Jokowi dalam acara Peluncuran Laporan Tahunan Ombudsman RI Tahun 2020, Senin (8/2).

Dalam acara tersebut, Jokowi meminta agar lebih aktif dalam menyampaikan kritik, masukan, atau potensi maladministrasi dan pelayanan publik.

Baca Juga  Polda Jatim Lebih Senang Sebut yang Ricuh di Demo Omnibus Law Sebagai Perusak

Di satu sisi, Iwan Sumule mengungkit kritik yang disampaikan dua aktivis senior, Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan. Di mana kritik yang disampaikan justru berujung pada upaya pemenjaraan terhadap keduanya.

“Sekarang bilang rakyat harus aktif sampaikan kritik. Tapi, ketika lakukan kritik, dipenjarain. Aktivis ProDEM, Jumhur Hidayat dan Syahganda dipenjara karena lakukan kritik,” tuturnya.

“Pak Jokowi maunya apa?” demikian Iwan Sumule.

Baca Juga  Ubedilah Badrun: Jokowi Tidak Akan Bubarkan Buzzer Karena Kontribusinya Sedang Dinikmati

Baca Juga: Begini Penampakan Redenominasi Rp 100 Bergambar Jokowi yang Viral

Sumber: rmol.id

Pos terkait